Kerutan di pelipis wajah menandakan tak
muda lagi usiamu
Keringat yang bercucuran di tubuh
menandakan betapa keras perjuangan dalam hidupmu
Langkah gontai yang menyertai menandakan
sungguh besar pengorbananmu
Tangan lembut itu yang selalu menyentuhku
Menyambutku dengan segenap kasih sayang
Engkau berikan sandaran di tengah
ketidakberdayaanku menghadapi kerasnya dunia
Waktu terus berlalu
Engkau terus berdiri di belakangku
Membimbingku menjadi wanita tangguh yang
tak mudah runtuh
Cinta yang kau berikan memberi aku
kekuatan
Ketulusan yang kau curahkan menjadi pegangan
Dekapan eratmu menjadi tumpuan tempatku
bertahan
Tatkala kaki ini lelah dalam melangkah
Engkau bangkitkan kembali kepercayaan
diriku
Walau kutahu, kau pun sesungguhnya lebih
lelah dariku
Namaku yang selalu kau panjatkan di
hadapan Sang Pencipta
Menggema hingga ke angkasa raya
Memantik pengharapan baru demi kesuksesan
dalam hidupku
Dalam doaku kau menjelma menjadi pelita
Yang selalu menyinariku dengan cahaya
kasih sayang yang tercurah
Aku akan selalu mencintaimu wahai perempuan
tangguh yang kusebut ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar