Senin, 22 Juni 2020

Puisi "Perempuan Tangguh"

Kerutan di pelipis wajah menandakan tak muda lagi usiamu

Keringat yang bercucuran di tubuh menandakan betapa keras perjuangan dalam hidupmu

Langkah gontai yang menyertai menandakan sungguh besar pengorbananmu

 

Tangan lembut itu yang selalu menyentuhku

Menyambutku dengan segenap kasih sayang

Engkau berikan sandaran di tengah ketidakberdayaanku menghadapi kerasnya dunia

 

Waktu terus berlalu

Engkau terus berdiri di belakangku

Membimbingku menjadi wanita tangguh yang tak mudah runtuh

 

Cinta yang kau berikan memberi aku kekuatan

Ketulusan yang kau curahkan menjadi pegangan

Dekapan eratmu menjadi tumpuan tempatku bertahan

 

Tatkala kaki ini lelah dalam melangkah

Engkau bangkitkan kembali kepercayaan diriku

Walau kutahu, kau pun sesungguhnya lebih lelah dariku

 

Namaku yang selalu kau panjatkan di hadapan Sang Pencipta

Menggema hingga ke angkasa raya

Memantik pengharapan baru demi kesuksesan dalam hidupku

 

Dalam doaku kau menjelma menjadi pelita

Yang selalu menyinariku dengan cahaya kasih sayang yang tercurah

Aku akan selalu mencintaimu wahai perempuan tangguh yang kusebut ibu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar