Di sini, di sudut kota nan sepi ini
kutuliskan secarik kertas padamu
untuk segala perjalanan yang selama ini
kulalui.
Aku telah sampai pada satu titik
yang membawaku pada suatu kesadaran
bahwa segala harap tentangmu
harus kuakhiri sampai di sini.
Segala angan akan sosokmu
kerinduanku pada tawa candamu
juga terus membersamaimu di sepanjang
hidupku
harus kubunuh perlahan.
Aku pergi
bukan karena aku menyerah atau aku telah
kalah
melainkan aku memahami
bahwa memenangkan hatimu tak akan
semudah menakhlukkan ego dalam diri.
Kini kau pun terbebas dari segala
belenggu
yang selama ini mengungkungmu atas
kehadiranku.
Maafkan aku jika selama ini
telah menyita waktu dan perhatianmu.
Maafkan aku untuk segala ketidaknyamanan
yang selama ini aku ciptakan.
Aku menutup lembar kisahku
dengan seutas senyum yang mengembang.
Dengan berakhirnya tulisan ini
aku ingin memberitahukanmu satu hal
bahwa ada sosok aku yang mengagumi
seorang kamu
rasa yang selama ini hanya mampu
kupendam
tanpa sempat aku ucapkan.
Kuharap suatu hari nanti kau mampu
mengerti
bahwa rasa yang hendak kau bunuh
perlahan ini
sejatinya tulus tanpa ragu.
Kelak, jangan pernah engkau menyesali
tatkala engkau menyadari bahwa pernah
ada seseorang
yang selalu menghadirkanmu dalam doa-doa
malamku
juga (pernah) mencintaimu dengan begitu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar