Sabtu, 02 Mei 2020

Puisi "Aku dan Secangkir Kopi"


Aroma kopi hitam
Tersaji di bawah naungan rembulan
Menerangi malam nan temaram

Pekat warnamu
Serupa bola mata yang telah menenggelamkanku
Jauh ke dasar hati itu

Pahit tersaji di lidah penikmat kopi
Tak sepahit janji yang pernah diucapkan
Namun tak pernah terwujudkan

Malam kian larut
Kopi hitam kian surut
Fajar pun bersambut

Semua yang terkenang
Terurai dalam air mata yang berlinang
Hingga fajar berganti siang

Menyisakan seteguk kopi
Kuseduh dalam kerapuhan sepi
Mengaduk murung di antara wajah berseri

Memberi pelajaran untuk dimengerti
Menjadikan pengalaman untuk dinikmati
Meloloskan perjalanan untuk disyukuri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar