Aroma kopi hitam
Tersaji di bawah naungan rembulan
Menerangi malam nan temaram
Pekat warnamu
Serupa bola mata yang telah
menenggelamkanku
Jauh ke dasar hati itu
Pahit tersaji di lidah penikmat kopi
Tak sepahit janji yang pernah diucapkan
Namun tak pernah terwujudkan
Malam kian larut
Kopi hitam kian surut
Fajar pun bersambut
Semua yang terkenang
Terurai dalam air mata yang berlinang
Hingga fajar berganti siang
Menyisakan seteguk kopi
Kuseduh dalam kerapuhan sepi
Mengaduk murung di antara wajah berseri
Memberi pelajaran untuk dimengerti
Menjadikan pengalaman untuk dinikmati
Meloloskan perjalanan untuk disyukuri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar