Ada
tangis dalam derai tawa
Tatkala
bersama mengeja bahagia
Di
antara kabut menghalau pandangan mata
Desau
rindu bergemuruh dalam jiwa
Kotamu,
kotaku, kota kita
Bagai
jantung kehilangan detaknya
Sunyi,
sepi, semuanya sirna
Sejak
hadirnya virus corona
Tiada
keramaian di sudut-sudut kota
Para
pedagang telah menggulung lapaknya
Masih
tersisa rakyat jelata
Menggantungkan
hidup menantang bahaya
Manusia
hanya bisa berupaya
Tuhan-lah
yang tentukan segalanya
Garda
terdepan perjuangan bangsa
Semoga
sehat senantiasa
Berusahalah
melakukan yang terbaik
Di
saat masa sulit
Di
mana semua serba terbatas
Sebab
hanya kepedulianmu
Yang
dipedulikan Tuhan
Jangan
pernah mengabaikan
Apa
yang harus kita perhatikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar